Menko Perekonomian Sofyan Djalil baru saja bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Rusia menawarkan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.
Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tidak murah. Namun, dengan makin tingginya kebutuhan listrik di Indonesia saat ini, PLTN harus segera dibangun.
Indonesia sudah membuat program pembangunan PLTN sejak 1985, atau hampir 30 tahun lalu. Segala persiapan dilakukan, sampai memperkuat faktor keselamatan.
Badan Tenaga Nuklir Nasional menegaskan, pemanfaatan nuklir oleh Indonesia hanya untuk tujuan damai. Tak ada niatan Indonesia membuat persenjataan nuklir.
BATAN merekomendasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di dua daerah. Yakni, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan Provinsi Bangka Belitung.