Menteri Airlangga Hartarto menyatakan AS menganggap Indonesia penting secara geopolitik. Negosiasi tarif dilakukan untuk mencapai solusi perdagangan yang adil.
Pasar Mangga Dua disorot Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) sebagai pusat penjualan barang palsu dan bajakan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara.