Pemegang saham Bank Internasional Indonesia (BII), Kookmin Bank menurunkan harga akuisisi saham BII. Harga akuisisi saham BII yang ditawarkan ke Maybank kini sebesar 361,8 miliar won (US$ 311,8 juta).
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi atas saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) pada hari Senin 29 September 2008.
Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari terakhir perdagangn sebelum libur Lebaran diprediksi akan sepi. Investor sudah banyak yang keluar menyambut liburan.
Malayan Banking Berhad meminta permohonan renegosiasi harga pembelian saham Bank Internasional Indonesia (BII) dan pengunduran penyelesaian akuisisi sampai 26 Oktober 2008.
Temasek sudah memberikan diskon ke Maybank untuk akuisisi BII. Namun Maybank tetap menolak, sehingga sampai batas waktu tak ada kesepakatan yang tercapai.
Indeks Harga Saham Gabungan menjelang lebaran diserbu aksi ambil untung (profit taking). Investor tidak yakin akan pergerakan saham selama libur panjang ini.
Saham BII anjlok hingga 34% setelah Maybank melakukan negosiasi harga baru kepada konsorsium Sorak dan memperpanjang waktu akuisisi dari seharusnya 26 September 2008.
BNM sempat mencabut izin akuisisi BII dengan alasan ada aturan tender offer baru. Kini BNM kembali 'mengganjal' akuisisi BII oleh Maybank. Kambing hitamnya kali ini adalah krisis finansial.
Malayan Banking Berhad (Maybank) memperoleh kesepakatan baru dengan pemilik mayoritas Bank Internasional Indonesia (BII) yakni Fullerton Financial Holdings Pte, Ltd