Danau Toba selalu menawarkan sisi indah dilihat dari manapun. Hal ini yang membuat tim ACI berdecak kagum ketika melihat pemandangan yang diberikan, selalu ada keindahan yang diberikan dari sisi manapun.
Menelanjangi sejarah dari tempatnya langsung merupakan sebuah pengalaman yang tak tergantikan. Anda seperti mengenal sosok Bung Karno dan Bung Hatta secara dekat di tempat pengasingan mereka.
Belum banyak masyarakat yang tahu tentang danau terbesar kedua di pulau Sumatra ini. Mari kita menjelajah lebih jauh untuk menyibak keindahannya yang tersembunyi.
Keindahan Prapat selain wisata alam Danau toba juga fenomena alam yaitu Batu Gantung. Batu yang menggantung di pinggir tebing Danau toba di yakini masyarakat sebagai hukuman atas niat bunuh diri Seruni.
Dengan luas 110.260 hektar danau Toba mempunyai daya tarik yang luar biasa. Airnya yang tenang dan jernih dikelilingi oleh bukit - bukit yang hijau sungguh kesempurnaan alam yang menakjubkan, dan penduduknya masih memegang kukuh adat istiadat. Dan yang paling menarik di Sibaganding terdapat penangkaran monyet.
Ambarita memiliki dahulu mempunyai hukuman yang terkesan mengerikan, yaitu memenggal kepala tawanannya bila terbukti bersalah. untuk tradisi itu sudah berhenti di tahun 1860.
Karo memang merupakan subkultur Batak yang berdiri sendiri, khas, dan unik. Tidak heran bila secara kuliner pun masakan Karo beda dari masakan Toba, Simalungun, maupun Mandailing. Yuk, cicipi kelezatan masakan Karo!
Memasuki hari ke 3 petualangan ACI, mereka masih bersemangat untuk mengeksplorasi tujuan wisata yang tersisa. Dari Brastagi, mereka melakukan perjalanan ke Desa Singkil, Aceh, melintasi perbatasan Sumatera Utara dan Aceh.