Salah satu rekan kerja korban, Devi menyebut korban tewas itu diduga terlambat mengevakuasi diri. Sebab, korban berupaya mengambil ponselnya yang tertinggal.
Guru berinisial MJ di SMAN 3 Kabupaten Takalar membully profesi orangtua siswanya berinisial RH yang bekerja sebagai petani sehingga memicu keributan di kelas.