Raja dangdut Rhoma Irama, memang sudah lama malang melintang di dunia politik. Di era orde baru, Rhoma bahkan kena cekal tampil di televisi. Rhoma saat itu tak mendukung partai penguasa. Rhoma ingin jadi presiden.
Tak hanya menyebut Barack Obama dengan kata rasis, wanita muda berkulit putih ini juga mengatakan Presiden AS yang baru saja terpilih kembali untuk empat tahun ke depan, bisa saja terbunuh kali ini.
Di dalam keriuhan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 6 November 2012 lalu, terdapat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik di antaranya. Husni memang sengaja dikirim KPU untuk mempelajari sistem pemilihan di AS. Bagaimana hasilnya?
Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah meminta Otoritas Palestina untuk menghentikan upayanya meningkatkan status menjadi 'negara pengamat' di PBB.
Rhoma Irama (65) sadar, kiprahnya untuk maju di 2014 akan menuai kontroversi. Tapi Rhoma tak mundur. Bagi dia, cibiran, cacian, dan hujatan adalah ujian. Pemilik hits "Begadang" itu tetap maju terus.