Sekitar pukul 11.50 WIB, kedua orangtua Ryan, Achmad Sadikun dan Siyatun tiba di Mapolda Jatim. Saat bersamaan, tiba pula barang-barang bukti yang diambil polisi dari rumah Ryan di Jombang.
Tersangka pembunuhan berantai Ryan menjalani pemeriksaan secara maraton di Mapolda Jatim. Di sela-sela pemeriksaan, si 'pembunuh sadis' ini meminta menu makan siang: nasi Padang.
Lalu lintas kendaraan di pertigaan Ragunan-Jalan TB Simatupang macet. Antrean kendaraan dari arah Cilandak menuju Kampung Rambutan panjang. Begitu juga antrean kendaraan dari arah Mampang menuju Ragunan. (Agus Salim)
Setelah seminggu ditahan di Polres Jombang, Jawa Timur, kedua orang tua Ryan, Achmad Sadikun dan Kasdiyatun, serta kakaknya, Mulyo Wasis, dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Very Idam Henyansyah alias Ryan tersangka jagal 11 orang ini mendapat perlakuan istimewa dari penyidik Polda Jatim. Ternyata, hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan kasus di Jombang.
Perilaku Verry Idham Henyansyah alias Ryan jadi aneh setelah mendapatkan barang gaib saat berkunjung ke Tanjung Kodok, Lamongan sewaktu SMP. Ia jadi uring-uringan dan pemarah.
Aksi pembunuhan Ryan di rumahnya, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, membawa berkah pemuda desa. Teras rumah warga sekitar rumah Ryan disulap jadi lahan parkir dadakan.
Warga Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur bakal tak bisa lagi berebut jamur yang biasa tumbuh di pekarangan belakang rumah Very Idam Henyansah alias Ryan.
Polisi masih belum mengidentifikasi barang bukti berupa tulang dan martil yang ditemukan di rumah Ryan. Rencananya barang bukti itu akan dibawa ke Labfor Polda Jatim dalam waktu dekat.