Sesampainya di Anyer kami menurunkan semua barang-barang dan langsung menuju pinggir pantai. Ternyata tikar yang kami bawa tidak berguna karena di sana ada penyewaan pondok untuk berteduh berupa bale-bale yang disewa sudah plus dengan alas tikarnya.
Kejadian ini adalah mimpi kecil yang terselip dalam hati saya untuk bisa datang dan menikmati suguhan dari puncak Gunung Rinjani. Entah apa yang merasuki pikiran hingga saya menyanggupi panggilan Rinjani.
Kami sangat semangat sekali menunggu saat-saat pergi ke Anyer karena kami sudah sangat suntuk dengan segala rutinitas di sekolah dan ingin segera melepaskan penat. Rasanya tuh kalau udah penat gini terus melihat laut lepas tuh pikiran jadi tenang.
Liburan itu nggak perlu mahal, dengan 40 ribu saja saya sudah bisa sampai Banten Selatan. Nggak percaya? Selama perjalanan dari Bandung menuju Banten uang yang saya keluarkan selama di sana kurang lebih hanya Rp40.000,00 saja. Bahkan teman saya ada yang hanya menghabiskan uang Rp30.000,00.
Dua bulan terakhir ini ritme hidup Ibu Kota semakin membuat saya menjadi makhluk ritmik dengan aktivitas homogen. Semakin lama semakin monoton dan mudah ditebak. Saya sampai lupa, kapan terakhir kali melakukan hal baru untuk kali pertama.