Pihak kepolisian bertindak cepat dengan dapat mengungkap pelaku mutilasi di Kampung Rambutan, Jakarta Timur dan pembunuhan mayat di dalam karung yang berada di BKT Cakung, Jakarta Utara.
Hari ini, Jumat (8/3/2013), perempuan seluruh jagat merayakan Hari Perempuan sedunia. Di Indonesia, perayaan ini dilaksanakan di tengah badai kekerasan seksual yang menghantui perempuan dan anak-anak di setiap jengkal tanah yang dipijaknya.
Setelah dilakukan pencarian selama 3 hari, jenazah Sukatmi, seorang perempuan paruh baya yang tenggelam dan terbawa arus Bengawan Solo saat mencari kayu bakar, akhirnya ditemukan.
Polisi memastikan mayat wanita korban mutilasi di tol Cawang bukanlah putri dari Emilia. Sebagaimana dimaksud, Emilia datang ke ruang jenazah RSCM karena putrinya sudah hilang selama 10 hari.
Sesosok mayat perempuan ditemukan mengapung di parit samping Jalan A Yani, Kartosuro, Sukoharjo. Identifikasi awal diketahui mayat tersebut adalah seorang warga Boyolali, Jateng. Kemungkinan dia merupakan korban tabrak lari.
Seorang warga yang kehilangan putrinya mendatangi RSCM untuk mengecek ciri korban mutilasi yang ditemukan di Tol Cawang. Anak Emilia Kilikili, Ayuna Safitri (16), telah tilang selama beberapa hari.
Seorang pencari rumput dikejutkan mayat perempuan di pinggir Kali Krukut, perbatasan Limo, Depok dan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tercium aroma tak sedap. Diduga, korban meninggal lebih dari 3 hari.
Bau busuk menyengat di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Setelah ditelusuri, sumber bau berasal dari sebuah rumah. Di dalamnya, seorang perempuan lajang ditemukan tak bernyawa.