detikFinance Holding BUMN Tambang Terbentuk, Saatnya Caplok Freeport Setelah melalui beberapa proses, holding BUMN tambang akhirnya terbentuk. Kamis, 30 Nov 2017 07:31 WIB
detikFinance Modal Rp 180 T, Holding BUMN Tambang Yakin Caplok Saham Freeport Holding BUMN tambang berpeluang dapat pinjaman Rp 180 triliun, oleh sebab itu optimistis bisa menyerap divestasi saham PT Freeport Indonesia. Rabu, 29 Nov 2017 20:51 WIB
detikFinance Inalum Tak Ubah Besaran Pembagian Dividen Antam Cs Inalum telah resmi menjadi holding BUMN tambang. Inalum memastikan tidak ada perubahan pembagian dividen Antam, Bukit Asam maupun Timah. Rabu, 29 Nov 2017 19:23 WIB
detikFinance Target Selanjutnya Holding BUMN Tambang: Saham Freeport Tujuan terbentuknya holding BUMN tambang juga bertujuan untuk mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia. Rabu, 29 Nov 2017 18:40 WIB
detikFinance Holding BUMN Tambang Terbentuk, Inalum Bakal Ganti Nama Inalum selaku Holding BUMN Tambang akan berganti nama dalam waktu dekat. Rabu, 29 Nov 2017 18:14 WIB
detikFinance Lepas Status BUMN, Antam Hingga PTBA Sah Jadi Anak Usaha Inalum Holding BUMN Pertambangan sudah bisa dipastikan berjalan di bawah PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum). Rabu, 29 Nov 2017 18:02 WIB
detikFinance Sah! Saham Pemerintah di 3 BUMN Tambang Jadi Milik Inalum Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, telah menandatangani akta inbreng holding BUMN tambang. Selasa, 28 Nov 2017 11:50 WIB
detikFinance Meski Tak Lagi Berstatus Persero, Antam Cs Tetap Dikontrol Pemerintah Saham pemerintah di ketiga BUMN tambang tersebut dialihkan ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) sebagai induk holding BUMN tambang. Rabu, 22 Nov 2017 08:45 WIB
detikFinance Jonan, Sri Mulyani dan Rini Lapor Soal Freeport ke Jokowi Jonan, Rini Soemarno dan Sri Mulyani sore ini melaporkan soal perkembangan negosiasi PT Freeport Indonesia kepada Presiden Jokowi. Kamis, 26 Okt 2017 17:26 WIB
detikFinance Kejar Produksi 1,5 Juta Ton, Inalum Akan Bangun Pabrik di Kaltara Inalum bakal bangun pabrik baru di Kaltara senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 27 triliun untuk mengejar produksi 1,5 juta ton per tahun. Jumat, 13 Okt 2017 17:22 WIB