Mata uang rupiah mulai bisa melawan dolar AS setelah memiliki banyak amunisi. Penurunan harga minyak mentah ke US$ 88 per barel dan rendahnya inflasi menjadi 'senjatanya'.
Seiring kenaikan harga minyak, industri akhirnya pilih menggunakan listrik PLN ketimbang pembangkitnya sendiri. Akibatnya, beban PLN pun terus meningkat.
Industri kelapa sawit masih seksi. Lembaga pemeringkat rating Moody’s Investors Service mempertahankan outlook peringkat stabil bagi industri minyak kelapa sawit di Asia.
Nilai tukar rupiah bergerak stabil setelah harga minyak mentah dunia turun hingga level US$ 88 per barel. Turunnya harga minyak diharap bisa mengurangi permintaan dolar AS dari korporasi yang selama ini ikut menekan rupiah. Pada perdagangan Senin (3/12/2007), rupiah dibuka stabil pada level 9.360/9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.363 per dolar AS.