"Terimakasih pada pengurus-pengurus Golkar dan Ketua DPD I yang hadir. Terimakasih pada teman-teman dan sahabat. Sekarang diperlukan kekuatan kebersamaan," ujar JK.
Partai Golkar dan Partai Hanura mendeklarasikan pasangan JK-Wiranto sebagai pasangan bakal capres-cawapres. Tepuk tangan kader dua parpol mengiringi pendeklarasian ini.
DPD-DPD I Partai Golkar mengirimkan surat kepada JK yang meminta Golkar berkoalisi dengan Demokrat. 6 Nama tokoh Golkar non JK diajukan sebagai cawapres. Pengajuan ini untuk mengantisipasi bila JK ditolak.
DPD-DPD I Partai Golkar mengirimkan surat kepada JK yang meminta Golkar berkoalisi dengan Demokrat. 6 Nama tokoh Golkar non JK diajukan sebagai cawapres. Pengajuan ini untuk mengantisipasi bila JK ditolak.
Apes benar nasib Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Setelah beramai-ramai didorong pada posisi sulit sebagai capres, beramai-ramai pula para pendorong itu meninggalkannya. Sebabnya, kans JK sebagai capres sangat kecil dan susah menang.
JK diberi limit waktu membangun koalisi hingga 29 April 2009. Jika gagal, DPD Tingkat I Partai Golkar bisa mengusulkan rapimnassus lagi yang akan mengevaluasi pencapresan JK.
Menindaklanjuti pertemuan Mega dan JK Jumat lalu, tim dari kedua partai masing-masing, pada Senin Besok (27/3/2009) kembali akan bertemu. Keduanya akan membahas teknis koalisi.
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo, belum mengerucut pada penentuan capres cawapres. Pertemuan ini baru dalam taraf komunikasi politik.