Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga ekstra rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga menjanjikan stimulus tambahan guna mendongkrak perekonomian AS karena proses pemulihannya yang lambat.
Sebagian besar saham AS jatuh, setelah Federal Reserved menyatakan pertumbuhan ekonomi melambat di beberapa sektor. Bursa Asia juga melemah karena berita dari The Fed tersebut.
Pasar saham US kembali pulih setelah BP Plc menyatakan telah menghentikan aliran minyak ke teluk Meksiko dan rally Goldman Sachs Group Inc.Saham BP di US naik 7.6%.
Bursa saham Asia menguat setelah produsen chip terbesar di dunia melaporkan rekor penjualan pada 2Q dan Singapura menaikkan prediksi pertumbuhan ekonominya untuk ketiga kalinya pada tahun ini.
Pasar saham US melemah dengan indeks Standard & Poor's 500 turun dalam 3 hari. Mayoritas saham-saham Asia menguat seiring melonjaknya perusahaan material menyusul pengunduran diri PM Australia Kevin Rud.