Lagi-lagi jenderal militer Suriah melakukan pembelotan terhadap Presiden Bashar al-Assad. Kali ini, sang jenderal merupakan sahabat dan rekan satu akademi militer Presiden Assad.
Aksi pembelotan personel angkatan bersenjata Suriah kembali terjadi. Kali ini, seorang jenderal militer Suriah dan sejumlah anak buahnya membelot dan menyeberang ke Turki.
Puluhan ribu tahanan antirezim Presiden Assad masih ditahan oleh otoritas Suriah. Muncul sebutan Suriah merupakan 'pulau penyiksaan' merujuk pada saratnya penyiksaan terhadap para tahanan.
Konflik berkepanjangan di Suriah terus merenggut nyawa. Setidaknya 52 orang tewas dalam berbagai baku tembak dan pengeboman di sejumlah wilayah Suriah dalam sehari kemarin.
Semua mata tertuju pada Suriah. Amnesty International pun menyerukan adanya respons internasional terhadap Suriah yang menurutnya tengah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pemerintah Turki ikut memerintahkan para diplomat Suriah untuk meninggalkan negeri itu dalam waktu 72 jam. Pengusiran ini sebagai respons atas pembantaian sekitar 108 warga sipil di Suriah.
Para pengamat PBB di Suriah mengunjungi Houla, kota yang menurut para pegiat oposisi menjadi tempat pembantaian sekitar 90 orang oleh pasukan pemerintah.