Kedua muda-mudi itu menikah saat masih SMP atau tepatnya Madrasah Tsanawiyah. Diusut lebih jauh, keduanya dinikahkan karena telat pulang dari jalan-jalan.
Alih-alih dibeli untuk koleksi pribadi, sejarawan menyarankan surat nikah-cerai Presiden Sukarno disimpan negara dan keluarga Inggit diberi kompensasi.