Menko Airlangga menegaskan pemerintah tidak mentolerir aksi spekulatif dan manipulasi harga saham yang merusak pasar modal atau biasa disebut goreng saham.
Saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) bak kehilangan taji usai Auto Reject Atas (ARA) enam hari beruntun sejak pertama kali melantai di BEI pada Kamis (10/7).