Polisi menduga rumah kosong lokasi penemuan kerangka manusia pernah dibobol maling. Hal itu terlihat dari banyaknya kulit kabel yang tembaganya sudah dikuliti.
Setelah SDN Kayuringin Jaya 3 dan SDN Bintara 7, kini giliran SDN Teluk Pucung 1 yang disatroni maling. Di situ, para pelaku mengambil laptop-proyektor.
Ulah tiga siswa SMP di Mojokerto ini tidak patut ditiru oleh siapa pun. Mereka telah 9 kali mencuri di sebuah panti asuhan kerugian korban Rp 82,5 juta.