'Raja' Toto mengatakan kepada pengikutnya bahwa batu prasasti di kompleks keratonnya hanya bisa diangkat mahapatih. Padahal faktanya, diangkut dengan forklift.
"Itu dibawa ditaruh di sana seolah ada prasasti, mengakali orang, meyakinkan ada kerajaan di situ," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Iskandar.
Setiyono Eko Pratolo kini menyesal telah ikut menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat. Eko meminta masyarakat agar tak mudah terbuai janji manis seperti dirinya.
Pemkab Purworejo terus mendata warganya pengikut Keraton Agung Sejagat. Data sementara, ada ratusan warga dari sejumlah kecamatan di Purworejo dan luar daerah.
Pemkab Purworejo merasa kecolongan dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah. Padahal pemindahan batu 'prasasti' itu terpantau.
Keraton Agung Sejagat di Purworejo dibangun dalam waktu sebulan. Pembangunannya dikerjakan oleh para pengikut kerajaan bikinan 'Raja' Toto Santoso itu.