Rupiah membuka pagi ini dengan penguatan tipis. Penurunan harga minyak dunia yang kini di level US$ 131,93 per barel memberikan sentimen positif ke mata uang kawasan termasuk rupiah.
Nilai tukar rupiah bergerak melemah tipis ditengah sentimen positif penerbitan obligasi global Indonesia senilai US$ 2,2 miliar. Sambutan yang positif atas obligasi global itu sebelumnya telah berhasil mengangkat rupiah pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan Kamis (19/6/2008), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.282 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.305,0 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah bergerak melemah tipis ditengah sentimen positif penerbitan obligasi global Indonesia senilai USD 2,2 miliar. Sambutan yang positif atas obligasi global itu sebelumnya telah berhasil mengangkat rupiah pada perdagangan kemarin.Pada perdagangan Kamis (19/6/2008),rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.282 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.275 per dolar AS.
Rupiah kembali melanjutkan penguatannya di perdagangan Rabu pagi ini. Mata uang lokal ini mampu mengikuti penguatan sejumlah mata uang regional.Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Rabu (18/6/2008) rupiah menguat 18 poin ke posisi 9.275 per dolar AS. Posisi pagi menguat dibanding penutupan Selasa kemarin (17/6/2008) di level 9.275 per dolar AS.
Rupiah kembali melanjutkan penguatannya di perdagangan Rabu pagi ini. Mata uang lokal ini mampu mengikuti penguatan sejumlah mata uang regional.Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Rabu (18/6/2008) rupiah menguat 18 poin ke posisi 9.280 per dolar AS. Posisi pagi menguat dibanding penutupan Selasa kemarin (17/6/2008) di level 9.298 per dolar AS.
Setelah berminggu-minggu di level 9.300-an per dolar AS, mata uang rupiah berhasil menguat di bawah level tersebut. Rupiah terpengaruh penguatan mata uang regional.
Kecemasan akan perlambatan ekonomi AS setelah melonjaknya harga minyak dunia membuat dolar AS kembali tertekan terhadap euro. Pelemahan dolar AS sulit dimanfaatkan rupiah.
Pada perdagangan valas pukul 16.00 WIB, Senin (16/6/2008) rupiah melemah di posisi 9.320 per dolar AS. Pelaku pasar percaya Bank Indonesia (BI) sangat menjaga rupiah terlebih dalam beberapa hari terakhir karena ada kabar The Fed akan menaikkan suku bunga.
Sudah hampir sebulan lebih rupiah bertengger di level 9.300-an per dolar AS yang membuatnya terposisi di level tersebut. Rupiah terjaga atau 'dijagain' di level tersebut.