Polisi terus berkutat mencari terduga sel pejihad lain, karena para pelaku teror Agustus 2017 ternyata melakukan berbagai kontak dengan kelompok pejihad lain.
Akun bot penipu yang mempromosikan mata uang kripto secara gratis di Twitter sudah lama menjadi masalah. Namun, kini mereka mencatut Presiden AS Donald Trump.