Banjir mulai menggenangi jalan sekitar pukul 21.45 WIB dengan ketinggian hampir satu meter. Sebelumnya banjir disini sempat surut pada pukul 18.00 WIB.
Banjir Jakarta membawa banyak cerita. Mulai dari warga yang harus mengungsi dari rumah kesayangan, jalanan macet di mana-mana, hingga hewan-hewan yang muncul ke permukaan.
Banjir yang melanda wilayah Jakarta Barat pada Kamis (17/1) telah merenggut tiga nyawa. Para korban meninggal dunia karena sakit, itu pun terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet karena jalan yang akan dilaluinya tergenang banjir.
Seorang nenek berusia 50 tahun, Tugiyati, terjebak di kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, akibat banjir besar yang menerjang lingkungannya. Nenek nahas asal Cilacap itu terjebak selama 2 hari 2 malam.
Puluhan pengendara motor dari arah Casablanca nekat melintasi Jalan Abdullah Syafei melalui flyover Terminal Kampung Melayu. 100 meter setelah flyover memang ketinggian air hanya 10 cm, namun 500 meter setelahnya ada 'jebakan'.
Belum semua warga yang pemukimannya terserang banjir, sudah menerima bantuan logistik. Pagi ini beberapa orang yang mengaku sebagai pengungsi korban banjir mulai meminta-minta bantuan kepada para pengguna jalan yang melintas di Cililitan dan Kalibata.
Banjir melanda pemukiman padat penduduk tepatnya di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Sekitar ratusan rumah ikut terendam dengan ketinggian air berkisar 50 cm sampai 1 meter.
Banjir yang merendam pemukiman warga di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan mulai surut pagi ini. Tapi ketinggian air di titik tertentu masih mencapai 1,5 meter.