Begitu ingat Fountain, yang terbayang adalah lumernya si dingin di mulut... Paduan antara makanan yang lezat dan bervariasi dengan penataan ruangan yang nyaman serta harganya yang terjangkau seakan menggoda saya untuk selalu mampir ke kafe ini bila pulang kampung. Ya, saya ketagihan untuk datang ke kafe ini lagi, lagi dan lagi.
Speculaas, biskuit rempah ala Belanda ini sangat praktis dan mudah dibuat. Aroma harum rempah dan gula palem memjadi ciri khas biskuit yang selalu hadir di hari Natal. Karena di cetak dalam loyang besar, maka biskuit bisa dipatahkan atau dipotong sesuai selera.
Rasa daging salmon yang lembut, gurih sedikit berminyak sangat serasi dengan rasa segar acar dan gurih kentang. Saus yang gurih asam memberi aksen rasa enak yang istimewa. Sajikan sebagai sajian pembangkit selera, saat jamuan istimewa di hari Natal nanti.
Hidangan home cooking gaya Semarangan ini memang melipur rasa kangen kampung. Bukan hanya racikan hidangan yang miroso tetapi juga penuh ranjau. Dari sayur gudeg yang gurih legit wangi sampai sambil sambal tempe yang puuedesss, membuat kami berlelehan keringat dan makan lagi dan lagi!
Meskipun warnanya hitam tak menarik tetapi rasa sosis ini luar biasa enak. Perpaduan yang istimewa antara red wine dan daging sapi. Ditambah aroma rempah dan bawang yang sangat harum.
Meskipun warnanya hitam tak menarik tetapi rasa sosis ini luar biasa enak. Perpaduan yang istimewa antara red wine dan daging sapi. Ditambah aroma rempah dan bawang yang sangat harum.
Sebagai sajian penutup, kue cokelat yang praktis ini bisa jadi kejutan istimewa. Rasa pekat legit cokelat yang dipadu dengan lembut gurih krim memberi sensasi rasa lezat. Segar asam raspberry segar membuat rasa pekat cokelat menjadi makin istimewa.