Lonjakan harga beras khususnya di Jakarta sudah terjadi sejak awal Februari 2015. Setidaknya ada 4 faktor yang menyebabkan harga beras melonjak, termasuk faktor kartel pedagang beras oleh para mafia.
Tingginya kenaikan harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, ternyata tidak terlalu dinikmati oleh petani. Walaupun harga gabah sebenarnya naik hingga 20%.
Harga beras di Jakarta mengalami kenaikan signifikan hingga 30%. Hal ini berdampak pada tingginya biaya produksi pengusaha warung makan, seperti warteg.
Mendag Rachmat Gobel mengungkapkan ada mafia beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur terkait distribusi ilegal beras operasi pasar (OP) Perum Bulog.