Pramono Anung merespon pernyataan MUI bahwa orang kaya menggunakan BBM bersubsidi berdosa. Pramono mengajak orang yang mampu untuk menggunakan BBM yang tidak bersubsidi.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan orang mampu yang seharusnya dapat membeli BBM Non Subsidi akan berdosa jika tetap membeli BBM bersubsidi. BBM bersubsidi sudah seharusnya diperuntukkan bagi orang yang berhak.
Segala upaya pemerintah untuk memberikan imbauan agar kalangan mampu tak menggunakan BBM bersubsidi. Di antaranya dengan menggandeng kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Mobil pribadi yang sudah 'melahap' gas masih bisa dihitung dengan jari. Padahal kualitas bahan bakar gas sudah setara dengan Pertamax sekalipun. Angka oktannya pun lebih tinggi. Jadi bisa dipakai mobil mewah.
Wapres Boediono pernah berkata akan menggalakkan penggunaan bahan bakar gas bagi kendaraan. Hal itu sepertinya sedikit demi sedikit mulai menunjukkan perkembangan seiring makin bertambahnya SPBU Pertamina yang menyediakan bahan bakar gas atau Vigas.
Meski disarankan pemerintah untuk mengkonsumsi pertamax, masih banyak pemilik kendaraan mewah atau berkapasitas mesin besar (lebih dari 2.000 cc) memilih menggunakan premium yang disubsidi.
PT Pertamina (Persero) tak mau kalah dengan PT Shell Indonesia. Perseroan menurunkan harga BBM non-subsidi rata-rata Rp 50-100 per liter. Harga mulai berlaku sejak hari ini.