Sebuah insiden yang hampir berujung perang terbuka nyaris terjadi di Selat Hormuz kawasan Teluk Persia. Melalui radio, 5 speedboat Iran mengancam akan meledakkan 3 kapal perang AS yang sedang melintas.
Dari hanya seharga US$ 1,8 per barel tahun 1970, harga minyak terus merambat naik hingga titik tertingginya US$ 99 per barel hari ini karena perang, bencana dan spekulasi.
Krisis nuklir Iran membuat AS berkali-kali mengancam akan menginvasi negara di Teluk Persia itu. Bukannya gentar, Iran balik mengancam dengan menyiapkan 11.000 rudal dan roket yang siap menyambut AS.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menegaskan bahwa negaranya tidak dalam situasi untuk berperang melawan AS. Ahmad menyebut isu 'perang melawan Amerika' adalah propaganda.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menegaskan, negaranya tidak menginginkan perang. Namun, jika dimungkinkan, Israel dapat mengalahkan semua musuhnya di mana pun.