Wikileaks mengharapkan dukungan, baik moral maupun material, dari segenap pengguna internet. Mereka bertekad maju terus meski account PayPal-nya juga ditutup sepihak.
Walau sudah tidak bisa diakses melalui wikileaks.org, namun sebenarnya situs Wikileaks belum ditutup. Bahkan pengguna masih bisa mengunjunginya seperti biasa.
Selain oleh Amazon, Wikileaks juga disingkirkan oleh EveryDNS.net, yakni sebuah penyedia 'peta jalan' yang bertugas menerjemahkan nama domain ke alamat ip.
Server situs whistleblower Wikileaks telah didepak dari Amazon.com, yang dilaporkan karena tekanan pemerintah Amerika Serikat. Namun Amazon membantahnya dan mengungkap alasan sebenarnya.
Setelah didepak dari server milik Amazon, Wikileaks kini coba mencari tempat baru agar tetap bisa beroperasi. Konon situs yang gemar mengungkap dokumen rahasia negara itu kini dihosting pada provider internet terbesar di Perancis.
3.059 Kawat diplomatik dari Kedubes AS di Jakarta akan dibocorkan situs whistleblower WikiLeaks. Pemerintah Indonesia mengatakan tidak akan menanggapi WikiLeaks.
Tak hanya didepak dari server milik situs Amazon, Wikileaks pun 'dimusuhi' sebuah perusahaan yang softwarenya digunakan WikiLeaks untuk menampilkan grafik dokumentasi rahasia diplomatik AS.