"Kami sedikit meragukan kemampuan KPU untuk membersihkan masalah ini. Kelihatannya KPU hanya akan menelusuri data yang diperoleh dari dukcapil," kata Saleh.
"Lebih baik Pak Inas tanya ke caleg diduga bandar dengan bukti 105 kg sabu, apa dia jadi bandar setelah bergaul dengan rekan sekubunya," kata Habiburokhman.
"... harus dijawab Arief Poyuono, mengapa setelah bergaul dengan BPN dan Prabowo Sandi, justru Andi Arief berubah perilaku menjadi pengguna narkoba?" kata Inas.