Menkeu Sri Mulyani menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia terjaga di triwulan I-2025 meski ada ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS.
Iklim investasi di Indonesia bisa terganggu jika masalah premanisme dan gangguan organisasi masyarakat terhadap agen pemegang merek (APM) tidak dihilangkan.
OJK melaporkan Indonesia memproduksi 110 ton emas dan memiliki cadangan 2.600 ton di 2023, menjadikannya produsen dan penyimpan emas terbesar ke-8 dan 6 dunia.
Menyerukan pembatalan program ini sama dengan memutus akses gizi anak-anak miskin, menghentikan pendapatan ribuan pekerja dapur dan melemahkan ekonomi desa.