Transparency International (TI) menempatkan pengusaha Indonesia sebagai pelaku bisnis yang gemar menyuap saat berinvestasi di luar negeri. Posisi Indonesia berada di urutan ke-4. Namun metode survei TI dipertanyakan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) terhadap sejumlah institusi pusat dan daerah. Hasilnya, Kementerian Perindustrian dianggap yang paling baik.
Peringkat daya saing Indonesia turun 2 peringkat dari 44 menjadi 46. Penyebabnya antara lain maraknya suap dan korupsi yang jadi hadangan para pebisnis.
Kita menjadi terkejut saat Ketua KPK Busyo Muqodas mengumumkan bahwa kemungkinan besar total anggaran negara yang dimainkan oleh Nazaruddin sekitar Rp 6,03 triliun.
Korupsi politik harus distop. Jangan ada lagi uang negara yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat malah dicaplok para politikus korup yang bermain anggaran.
Sri Mulyani Indrawati tiba-tiba menjadi bintang beberapa hari terakhir. Bahkan, Managing Director World Bank itu tampil bukan saja sebagai ekonom, melainkan sebagai politisi ulung.
Wacana Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggulingkan Anas Urbaningrum muncul di Swiss saat SBY menghadiri acara ILO. Djoko Suyanto dan Sukarwo diplot untuk menggantikan Anas.