Sejarawan Asep Kambali mengusulkan agar panjat pinang tidak lagi diperlombakan dalam perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai panjat pinang sebagai hiburan rakyat.
Perlombaan panjat pinang atau balap karung diusulkan untuk dihapuskan karena dinilai warisan kaum Belanda di Batavia dan dinilai sekedar hiburan dan untuk ditertawakan.
Perlombaan panjat pinang dan balap karung selama ini dinikmati dengan gembira saat perayaan 17-an. Semua tertawa semua senang. Tak ada pikiran macam-macam, apalagi yang berbau politik.
Panjat pinang diusulkan Asep Kambali, sejarawan yang juga pendiri Komunitas Historia untuk tak lagi dilombakan di perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Asep sebagai sejarawan memiliki alasan kuat.
Pada Februari 2015, ARCOLABS Universitas Surya memamerkan proyek seni komunitas partisipatif bertajuk (G)(O)(N)(I). Pameran yang diajukan oleh seniman muda M. Haryo Hutomo ini merupakan adalah inisial dari Gruesome, Opposite, Nationalism, Independence, yang menjadi empat kata kunci proyek ini.
Sebanyak 45.000 orang ikut menyemarakkan dan memeriahkan Independence Day Run. Bukan cuma lari, event yang digelar untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini juga menyuguhkan banyak lomba khas 17-an.
Pesta akbar Yamaha bertajuk "Indonesia Semakin di Depan - Bakti 40 Tahun Yamaha untuk Negeri" terus berlanjut. Acara ini sukses diadakan di 6 kota besar di 3 pulau Indonesia.
Puluhan tahanan imigrasi kasus pencurian ikan di perairan timur Aceh, pada 10 April 2014 yang lalu, ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-69 RI di rumah tahanan imigrasi Kota Lhokseumawe, Aceh.