Cuaca buruk membuat keberangkatan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak tertunda. KM Leuser tujuan Surabaya-Sampit tak berangkat. Para penumpang terpaksa menginap sehari di kapal.
Setelah mendapat penghapusan utang dari AS, Indonesia juga akan segera memproses penghapusan utang untuk kegiatan konservasi alam dengan pemerintah Jerman dan Italia.
Dalam satu dekade ke depan orangutan akan punah. Ada pun faktor kepunahan adalah pembuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit yang berlebihan. Pembuka lahan membunuh orangutan karena dianggap sebagai hama penganggu.
Siapapun yang bisa menyaksikan kawasan hutan Gg Leuser dari ketinggian 10.000 kaki pasti akan melontarkan pujian, Belum lagi liukan puluhan anak sungai yang mengitari bukit-bukit hijau. Sungguh menakjubkan!
Sebagai prajurit konservasi komunitas konservasi gagal dalam mengkonservasi hutan. Kita kalah berkompetisi dengan pedagang hasil hutan atau pengguna lahan lainnya. Buktinya hutan kita mulai botak di mana-mana.
Keberadaan Stasiun Karantina Batu Mbelin sangat membantu menyelamatkan orangutan Sumatera dari kepunahan.Di tempat ini orangutan Sumatera hasil sitaan dikarantina, dirawat, untuk dilepas lagi ke alam bebas.
Orangutan Sumatera nasibnya semakin terancam. Mereka jadi sasaran para pemburu dan warga yang tinggal di pinggir hutan. Saat ini jumlahnya semakin menyusut.
Tingginya ombak di Laut Jawa membuat kedatangan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak terlambat. Akibatnya banyak penumpang yang kleleran di ruang keberangkatan pelabuhan.
Pendukung pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (Abas) gagal menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla gagal. Kalla tak mau menemui para demonstran itu.