Para produsen kecantikan tentu memiliki misi ingin produknya laku terjaual. Salah satu strategi marketing mereka adalah menggunakan selebriti sebagai bintang iklan. Benarkah cara tersebut efektif?
Sekarang ini makin banyak iklan produk kecantikan yang menggunakan teknologi komputer sehingga terkesan menipu konsumen. Prihatin atas hal itu, sepasang orangtua di Amerika membuat kampanye anti iklan tersebut.
10 tahun berturut-turut, Kate Moss jadi model kosmetik Rimmel. Untuk merayakannya, ia mendapat kehormatan untuk menciptakan koleksi lipstik edisi spesial.
Revlon telah menambah dua nama selebriti Hollywood untuk menjadi brand ambassadornya. Brand kosmetik asal Amerika Serikat itu memilih aktris Emma Stone dan Olivia Wilde.
Ketika gagal menjadi calon legislatif (caleg) pada 2009 lalu, artis Roro Fitria tak mau lama-lama bersedih. Bintang 'Bukan Pemimpi' itu pun perlahan menanggalkan citra formalnya dengan kembali tampil seksi sebagai foto model.
Akhir maret lalu, Tom Ford merilis produk perawatan tubuh khusus pria bertitel 'Neroli Portofino'. Baru-baru ini kampanye iklan produk tersebut telah beredar. Yang menghebohkan terdapat dua model bugil dalam iklan tersebut.
Bukan hanya model yang masih muda saja bisa menjadi duta produk kecantikan. Buktinya mantan model yang berusia 53 tahun ditunjuk L'Oreal Paris sebagai duta kampanye.
Dipilihnya Blake Lively sebagai ikon rumah mode Chanel, ternyata tidak membuat semua orang senang. Walau sang desainer sangat mengagumi Lively, sebagian karyawan Chanel diberitakan tidak senang dengan pilihannya tersebut