"Ya kami sudah cek. Nama tersebut terindikasi sering melakukan penipuan. Dokumen yang ada juga terindikasi palsu," katanya kepada detikcom, Selasa (17/10/2023).
Peneliti Pusat Anti Korupsi (Pukat) UGM Zaenur Rohman meminta KPK terlebih dahulu mengecek isi dari cek Rp 2 triliun yang ditemukan di rumah dinas SYL.
KPK dan NasDem saling berbalas 'pantun' usai Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut ada dugaan uang hasil korupsi Syahrul Yasin Limpo mengalir ke partai.
NasDem membantah pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander yang menyebut adanya aliran dana korupsi SYL ke partai. NasDem pertimbangkan somasi ke pimpinan KPK itu.