Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 45 emiten yang berencana melakukan buyback atau pembelian kembali saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
PBB merencanakan efisiensi 20% senilai US$ 3,7 miliar, berpotensi PHK 6.900 pekerja. Langkah ini dipicu krisis keuangan akibat tunggakan AS dan pemotongan dana.