Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan kabar seorang warga Baduy ditolak rumah sakit (RS) di Jakarta karena tidak memiliki KTP itu tidak benar.
Program priorita Gubernur Sulteng Anwar Hafid mulai di 2025 berefek pada pertumbuhan ekonomi hingga mudahnya masyarakat kecil menjangkau kesehatan-pendidikan.
Repan, remaja Baduy Dalam, dibegal dan ditolak rumah sakit di Jakarta karena tidak memiliki KTP dan BPJS. Kasus ini menyoroti akses kesehatan masyarakat adat.
Warga Baduy, Repan (16), dibegal di Jakarta dan ditolak rumah sakit. Gubernur Banten, Andra Soni, kunjungi dan sediakan rumah singgah untuk warga Baduy.