Perdagangan daging anjing menjadi polemik di sebagian tempat karena menyangkut soal ekonomi warga. Menanggapi hal tersebut, aktivis hewan memberi solusinya.
Sejarah santapan daging anjing di Solo berjalan sejak lama. Kuliner ekstrem itu dibarengi dan seperti padu padan yang pas dengan kebiasaan mabuk-mabukan.
Peredaran daging anjing di Solo terlihat begitu masif. Data terbaru terkuak bahwa ada 27 warung penjual daging anjing yang mampu menghabiskan 100 ekor anjing.
Solo masih menjadi pusat penjualan hasil olahan daging anjing. Pemerintah Kota Surakarta mengatakan belum bisa melarang aktivitas itu, hanya sekadar imbauan.