Tren tanam cabai dimulai 2011 yang diikuti oleh puluhan orang. Pada 2012, lahan cabai semakin bertambah luas, dan diikuti oleh desa-desa di kabupaten yang sama.
Harga cabai rawit melonjak hingga Rp 80 ribu/kg. Lonjakan ini dipicu banyaknya petani gagal panen, lantaran tanaman cabai terserang penyakit cacar (Antraknosa).
Polda dan Pemprov Maluku Utara menggelar lomba kampung tangguh 2021. Lomba ini digelar untuk sekaligus menekan penyebaran virus Corona di wilayah Maluku Utara.