Tsunami di Mentawai yang menewaskan ratusan orang dan letusan Gunung Merapi yang menewaskan belasan orang, terjadi hampir bersamaan. Hal ini dinilai sebagai peringatan dari Sang Pencipta agar penduduk Indonesia mau bertobat.
Kawasan Dusun Kinahrejo, luluh lantak diguyur awan panas Merapi. Dusun Mbah Maridjan ini seperti kota mati. Namun, masjid Kinahrejo masih tetap tegak berdiri. Juga ada dua sapi yang perkasa.
Kabar Mbah Maridjan meninggal dalam posisi bersujud menarik perhatian masyarakat, termasuk presenter Olga Syahputra. Olga pun takjub begitu mendengar kabar tersebut.
Sejumlah posko telekomunikasi di wilayah pengungsian Gunung Merapi mulai menjamur. Posko ini pun siap memberikan layanan telepon gratis bagi pengungsi yang ingin menghubungi keluarganya.
Potongan kulit manusia banyak ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan di Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Petugas dari tim SAR dan PMI pun mengumpulkan kulit-kulit itu dan membawanya ke RS dr Sardjito.
Kabar yang menyebut Mbah Maridjan meninggal dalam posisi bersujud langsung mengundang rasa penasaran publik dunia maya. Foto tersebut pun langsung beredar luas di internet
Gunung Merapi masih dalam kondisi bahaya setelah memuntahkan wedhus gembel sepanas 500 derajat Celcius. Karena itu warga diminta tidak nekat naik ke atas guna mengecek rumahnya.
Sedikinya 25 orang warga Sleman tewas akibat peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Mereka tewas tersengat awan panas karena mengabaikan peringatan dari ahli atas bahayanya aktivitas gunung tersebut.
Wedhus gembel yang menjadi pertanda letusan Gunung Merapi tidak terlihat lagi hingga pagi ini. Meski demikian, Merapi masih berstatus zona merah. Gempa-gempa kecil masih tercatat.