Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengibaratkan perang kata-kata antara Donald Trump dan Kim Jong-un seperti perkelahian sesama bocah di taman kanak-kanak
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat (22/9) atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang ingin menghancurkan negaranya.
Korut mungkin saja kembali menggelar uji coba nuklir yang melibatkan bom hidrogen di Samudera Pasifik. Hal ini menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump.
Pemimpin Korut Kim Jong-Un menyebut Presiden AS Donald Trump bermental gila. Dia bersumpah akan membuat Trump membayar mahal karena ingin menghancurkan Korut.
Sanksi-sanksi baru AS ditujukan kepada para individu dan perusahaan yang menjalin usaha dengan Korea Utara, antara lain di bidang tekstil dan perikanan.