Soal kasus LP Cebongan, eks Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso kini lebih suka bicara ke depan. Jenderal yang kini menjadi staf KSAD itu mengaku bangga terhadap 11 anggota Kopassus yang saat ini diperiksa Pomdam terkait kasus LP Cebongan.
Penyidik TNI memeriksa sejumlah orang terkait pengusutan kasus penyerangan LP Cebongan Sleman, termasuk Komandan Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo. Hasilnya tidak disampaikan hasil pemeriksaan, karena digunakan untuk kepentingan penyidikan.
Perayaan ulang tahun ke-67 TNI AU berlangsung meriah. Acara ini diwarnai dengan berbagai atraksi antiteror pasukan elite TNI AU yaitu Pasukan Khas (Paskhas).
Mulai hari ini Mayjen Hardiono Saroso tak lagi memegang tongkat komando Kodam IV/ Diponegoro. Kepemimpinan sudah diserahkan ke Mayor Jenderal TNI Sunindyo yang pernah menjadi prajurit Kopassus.
Dua momen penting yang berhubungan dengan insiden penyerangan LP Cebongan, terjadi hari ini: sertijab Kapolda DIY dan Pangdam IV Diponegoro. Namun satu acara digelar terbuka, satu lainnya digelar tertutup. Mengapa?
Baru 9 bulan menjabat Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Hardiyono Saroso dihadapkan pada kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman. Hardiyono dimutasi dari jabatannya sebagai Pangdam ke Mabes TNI AD setelah kasus ini.