Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menegaskan, BI tidak akan serta merta mengikuti kebijakan bank sentral AS untuk menaikkan kembali tingkat suku bunganya.
Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menegaskan, penguatan Rupiah akhir-akhir ini bukan disebabkan karena adanya intervensi dari BI, namun karena kepercayaan pasar.
Beberapa jam setelah dinonaktifkan dari Partai Golkar, Fahmi Idris dkk merapat ke kediaman Jusuf Kalla di Jl.Brawijaya Raya 6, Jaksel, Rabu (15/9/2004).
DPP Partai Golkar memutuskan, untuk menonaktifkan 11 pengurus termasuk 2 orang penasihat seperti Fahmi Idris dan Jusuf Kalla. Mereka dianggap melanggar keputusan partai.
Terkait tidak adanya charge dari BI sebesar Rp 8,7 triliun, pemerintah akan mengurangi jumlah obligasi yang akan diterbitkan pada tahun 2005 menjadi sekitar Rp 41 triliun.