Jonan menerangkan, kebijakan baru ini bertujuan untuk menekan tarif listrik. Kalau listrik dari EBT mahal harganya, tentu ujung-ujungnya membebani rakyat.
Bank Dunia memberikan hibah sebesar US$ 55,25 juta atau setara Rp 734,8 miliar untuk mendukung proyek Pengembangan Hulu Energi Panas Bumi di Indonesia.
PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Tbk di bidang bisnis pembangkit listrik, mengincar proyek PLTGU Peaker Jawa-Bali 3 dan PLTGU Peaker Jawa-Bali 4.
PLN menilai patokan harga energi baru terbarukan (EBT) buatan Jonan berdampak positif bagi masyarakat, PLN, pemerintah, dan pengembang EBT dalam jangka panjang.
Sidang Dewan Energi Nasional membahas beberapa isu, seperti pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dan target pengembangan energi baru terbarukan (EBT).