Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 3 pelaku yang diduga mengeroyok Raafi Aga Winasya Benyamin (17), sebelum insiden pembunuhan di Shy Rooftop, Kemang. Namun hingga kini pelaku penusukan Raffi masih buron.
Tim advokasi Brawijaya IV menilai manejemen Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan telah menghambat penyidikan polisi terhadap kasus penusukan Raafi Aga Winasya Benyamin (17). Tim advokasi pun berencana mempolisikan Shy Rooftop.
Tim advokasi Brawijaya IV kasus Raafi tak mau berspekulasi soal ada atau tidaknya ormas yang terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penusukan kliennya. Namun tim ini akan mendalaminya.
Polisi tak mau gegabah dalam menetapkan tersangka kasus penusukan Raafi Aga Winasya Benyamin (17). Bukti-bukti pun dikumpulkan. Polisi akan menetapkan terlebih dahulu tersangka pengeroyokan terhadap Raafi dan kawan-kawan.
Polisi masih terus mengembangkan seluruh keterangan saksi dalam kasus pembunuhan Raafi Aga Winasya Benyamin (17) di Shy Rooftop, Kemang. Salah saksi penting yang dipegang polisi yakni keterangan sopir taksi.
Polisi mengamini tengah melakukan pemeriksaan atas beberapa anggota dari ormas 234 SC sebagai saksi kasus Raafi. Namun polisi menegaskan, pemeriksaan anggota 234 SC itu terkait pribadi, tidak ada sangkut pautnya dengan ormas tersebut.
Aparat Polres Jaksel masih terus menyelidiki kasus penusukan siswa Pangudi Luhur, Raafi Aga Wiyasa Benjamin (17). Polisi saat ini tengah memfokuskan penyidikan pada pencarian pelaku pengeroyokan Raafi.
Sudah 15 hari kasus penusukan siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi bergulir, namun belum ada kejelasan mengenai siapa penusuk Raafi tersebut. Penyelidikan kasus Raafi yang ditangani Polres Jaksel dinilai lamban dan sebaiknya dilimpahkan saja ke Polda Metro Jaya.