Saya dan istri hanyalah satu dari dari sekian juta orang tua kalangan menengah ke bawah di Inggris yang sempat bermimpi mempunyai anak yang bisa menjadi pemain bola profesional di Inggris.
Rasyid Rajasa menyampaikan pembelaan dirinya dalam persidangan kecelkaan BMW X5 dengan Luxio. Berbicara di persidangan, Rasyid menumpahkan segala pembelaan dirinya.
"Selamat datang." Ucapan selamat itu disampaikan Profesor Jan Michiel Otto dari Universitas Leiden kepada para delegasi Indonesia yang dipimpin Wamenkum HAM Denny Indrayana. Kunjungan ke Universitas Leiden merupakan agenda terakhir.
Penerapan kebijakan ganjil-genap dengan stiker sebagai tanda pembedanya akan mulai dilaksanakan pada akhir Juni 2013. Pemakaian stiker masih dalam kalkulasi. Masih ada kemungkinan stiker dibatalkan jika dinilai tak efektif.
Sebagai pemulung yang mengejar impiannya dengan berkuliah, Wahyudin 'Mas Ganteng' ternyata juga aktif di kegiatan sosial, dari mengajar hingga menolong orang sakit. Sebagai anak muda, Wahyu juga pernah merasakan panah asmara. Seperti apa sih ceritanya?
"Dan bila kamu menginginkan sesuatu, semua unsur semesta akan berkonspirasi membantumu untuk mewujudkannya," demikian kutipan novel The Alchemist karya sastrawan Paoelo Coelho. Hal ini juga dipercaya Wahyudin 'Mas Ganteng', pemulung muda yang saat itu bingung mencari biaya kuliah.
Siapa sangka, sosok Wahyudin (21) yang tinggi besar ini adalah pemulung. Wahyu, yang suka dipanggil 'Mas Ganteng' ini memulung sampah sejak SD. Hasil dari memulung itu dia gunakan untuk sekolah dari SD hingga mencecap bangku kuliah. Gelar sarjana tinggal direngkuh Wahyu di depan mata.
Rasyid Rajasa, terdakwa kecelakaan antara BMW X5 versus Daihatsu Luxio mengaku siap bertanggung jawab atas segala biaya korban kecelakaan itu. Dari biaya penguburan, pengobatan hingga biaya sekolah anak-anak korban yang meninggal