Agustus lalu, Go-Jek melakukan rekrutmen pengemudi besar-besaran guna memenuhi kebutuhan konsumen. Sayangnya, hal tersebut malah menerunkan pendapatan para pengemudi.
Penyedia layanan ojek digital kian digandrungi sebagai sebuah peluang usaha. Setelah Go-Jek sukses, secara berturut-turut lahir Grab Bike, Blu-Jek hingga yang dikabarkan segera muncul, TopJek.
Penyedia jasa ojek online tengah bersaing sengit. Tak hanya saling memperbanyak jumlah pengemudi, mereka pun berlomba memberikan promo harga guna menggaet banyak penumpang.
Go-Jek beserta aplikasi ojek online lain sempat jadi sorotan. Pasalnya sejumlah pengguna mengeluh privasi terganggu karena ulah segelintir pengedara ojek online yang nakal. Misalnya dikirim SMS yang tidak pantas.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang giat mendukung perusahaan rintisan atau startup lokal. Menkominfo terus mengkaji beragam aturan agar mempermudah startup berkembang.
Penyedia layanan ojek digital kian diminati sebagai sebuah peluang usaha. Setelah Go-Jek meledak, langsung muncul Grab Bike, Blu-Jek dan kini ada yang namanya TopJek.