Bisnis kuliner ini umumnya dikelola warga negeri jiran. Beberapa WNI hanya jadi pekerja, tukang icip-icip, tukang masak, atau malah berhenti sebagai penikmat.
Masuknya imigran muslim ke Amerika Serikat beberapa dekade belakangan, membuat makanan halal jadi dikenal dalam bisnis kuliner. Seperti wilayah Chicago yang makin banyak menyediakan makanan halal.
Annisa sudah menjalankan bisnis ini bersama dengan ketiga temannya sejak 3 tahun yang lalu dengan modal Rp 2 juta dan saat ini omzetnya Rp 150 juta/bulan.
Tur 15hr Food Frenzy Safari, makan 15 jam nonstop mendatangi tempat kuliner terbaik di Filipina. Mulai dari restoran dengan sajian Hokkian hingga jajanan kaki lima di pasar malam.
300 UKM Bandung dikumpulkan, mereka diundang workshop yang diberikan Facebook. Nantinya mereka akan disatukan dalam platform bisnis yang disiapkan Facebook.
Salah satu WNI yang bekerja di sektor energi di Australia terpaksa kehilangan pekerjaanya, setelah harga komoditi ini melemah. Dia beralih membuat martabak.