Lokasi penemuan bangkai pesawat Trike PKS-135 dan jenazah berupa kerangka Noto dan Panji, pernah disisir lebih dari 10 kali oleh tim pencari jalur udara. Namun aneh, upaya itu tetap nihil.
Rekan Noto dan Panji, Ivan Jaya Putra merasa yakin dua kerangka manusia yang ditemukan adalah benar teman seperjalanannya. Ivan yakin karena ia mengenali barang-barang yang ada di lokasi penemuan.
Dua jenazah yang diduga kuat merupakan awak pesawat Trike PKS-135 Noto dan Panji tiba di RSHS sekitar pukul 20.05 WIB. Kedua jenazah dibawa dengan menggunakan 2 mobil berbeda.
Dua jenazah berupa kerangka, yang diduga kuat merupakan dua awak pesawat Trike PKS-135 yang jatuh pada Minggu (4/7/2010), tengah dalam perjalanan menuju RS Hasan Sadikin Bandung.
Berbeda dengan kediaman Noto yang jadi rumah duka, kediaman Panji di Jalan Karinding terlihat sepi. menurut kabar, keluarga Panji pergi rumah kerabat di Rancaekek untuk menunggu jenazah Panji.
Keluarga Noto Cipto Nartomo, korban pesawat Trike yang jatuh di kawasan Kabupaten Garut, sudah dikabari soal temuan bangkai pesawat serta kerangka manusia yang diduga kuat adalah Noto, pada Minggu malam (8/8/2010).
Dua buah bendera kuning tanda duka cita telah terpasang di mulut gang menuju rumah Noto di Jalan Sukaresmi II Bandung, Senin (9/8/2010). Sejumlah kerabat Noto juga terlihat mulai berkumpul.
Danlanud Sulaeman Kolonel Pnb Gutomo menyatakan dua kerangka manusia yang ditemukan rencananya akan dibawa ke RSHS, untuk diperiksa apakah kedua tengkorak itu awak pesawat atau bukan.
Tak jauh dari lokasi puing-puing pesawat Trike, ditemukan juga dua kerangka manusia. Tim pencari juga menemukan sebuah KTP milik Noto. Diduga kuat dua kerangka itu ialah Noto dan Panji.