Puluhan suporter Persebaya 1927 (bonek) menggelar aksi prihatin atas meninggalnya Purwo Adi Utomo karena terinjak suporter yang menghindari tembakan gas air dari polisi.
Sebelum jatuh menabrak gedung dua lantai di Lagos, Nigeria, pesawat Dana Air mengalami masalah mesin. Dilaporkan kedua mesin pesawat tersebut tiba-tiba mati saat mengudara.
Insiden tewasnya satu bonek di laga Persebaya 1927 vs Persija kemarin, Kabid Humas Polda Jatim tidak akan memperketat izin pertandingan sepak bola di daerah Jatim.
Ribuan orang berbondong-bondong mendatangi lokasi jatuhnya pesawat Dana Air di Lagos, Nigeria. Bahkan untuk membubarkan massa, polisi terpaksa melepaskan gas air mata.
Asosiasi Suporter Persebaya (ASP) sangat menyesalkan tindakan represif yang dilakukan polisi saat pertandingan antara Persebaya 1927 vs Persija. Tindakan polisi dinilai sudah keterlaluan.
Kericuhan yang terjadi pasca laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di lanjutan IPL menimbulkan seorang bonek tewas. Polisi menegaskan kematian korban bukan karena kontak fisik dengan petugas.
Kematian suporter bonek pasca pertandingan Persebaya 1927 dan Persija di Stadion Gelora 10 November, dipastikan bukan kontak fisik dengan polisi. Bonek bernama Purwo Adi Utomo tewas kekurangan oksigen.
Polisi mengungkapkan alasan penembakan gas air mata seusai laga IPL antara Persebaya 1927 vs Persija Jakarta. Meski menimbulkan jatuhnya korban, aksi tersebut ditegaskan sudah sesuai dengan prosedur.
Kapolrestabes Surabaya menganggap penembakan gas air mata sesuai prosedur, meski seorang suporter tewas dan korban luka. Dengan kejadian ini berimbas pencabutan izin pertandingan Persebaya IPL dimasa mendatang.