BI perkirakan laju inflasi di 2012 berkisar 4,5% plus minus 1% di tengah melambatnya perekonomian global. Inflasi bisa naik apabila harga BBM subsidi dan tarif dasar listrik (TDL) naik tahun depan.
Dari hari ke hari, kehidupan orang kebanyakan di negeri ini semakin suram saja. Puluhan juta jumlah orang miskin di negeri zamrud katulistiwa ini, sepertinya -bagi penguasa- tak lebih dari sekedar deretan angka dan huruf, tanpa makna.
Harga pangan dunia masih tinggi dan bergejolak sehingga sangat memukul negara-negara miskin sekaligus menambahkan tekanan yang dihadapi perekonomian dunia.
Indeks kepercayaan konsumen (IKK) kembali turun di Oktober sebesar 0,9% menjadi 89,6, didorong naiknya harga beberapa bahan pangan, seperti beras dan cabai merah.
Mentan Suswono mengakui data terkait pertanian selama tak akurat alias ngawur. Sehingga kebijakan pemerintah dalam hal pangan sering tidak tepat sasaran.
Pemerintah dan DPR berjanji tidak menaikkan harga BBM subsidi di 2012. Jumlah subsidi BBM dan elpiji 3 kg yang digelontorkan tahun depan mencapai Rp 123,6 triliun.
Masih segar dalam ingatan kita, belum lama ini Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa Pemerintah akan menertibkan impor bahan makanan.
BI memproyeksikan tingkat inflasi pada akhir tahun 2011 akan terjaga di level 4,7%-4,9%. Hal ini seiring dengan pengamatan BI yang melihat inflasi selama tahun 2011 yang terus mengarah turun.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani diam-diam mempunyai siasat untuk menghadapi krisis ekonomi dan pangan yang tengah menghadang saat ini. Puan punya rumus ABC. Apa itu?