Pemimpin Korut Kim Jong-Un dikabarkan menolak Rusia yang meminta bantuan di tengah invasinya ke Ukraina. Kim Jong-Un dilaporkan menyebut Rusia 'terlalu gila'.
Rusia berjanji mengurangi pasukan dari ibu kota Ukraina, Kiev, usai perundingan di Turki. Strategi Rusia itu dibaca oleh mata-mata Amerika Serikat (USA/AS).
Rusia dan Belarusia memulai latihan militer bersama di tengah khawatiran negara-negara Barat bahwa Moskow sedang merencanakan eskalasi besar konflik di Ukraina.
Tentara Ukraina dapat dukungan dari berbagai pihak terkait invasi Rusia. Salah satu dukungan yang didapat ialah berupa sumbangan dana dalam bentuk Bitcoin.